Pada narasi ini, saya mengungkap perasaan-perasaan terhadap salah satu film garapan Taika Waititi ini. Saya mengetahui film tersebut beberapa bulan lalu saat melanggan Disney+ Hotstar. Bahkan, sejak catatan ini ditulis, film tersebut masih ada karena garapan dari studio 20th Fox Studios (sekarang 20th Century Studios). Untuk menuntaskan penasaran, langsung saja saya menontonnya.
Saya mengisahkan ulang film ini sekilas saja biar kalian tidak terjerumus bocoran-bocoran yang akan mengurangi kenikmatan saat menonton. Film ini menuturkan seorang bocil yang mengalami perang batin antara dia harus ikut berperang mempertahankan negara atau dia memilih menyerah saja sampai pihak luar “memerdekakan” menjadi negara dengan gaya bernegara baru. Perang batin itulah yang akan membawanya ke dalam kehidupan baru yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Dalam film ini, rupanya sutradara asal Selandia Baru ini tidak “menganggap serius” akan Perang Dunia II. Meski film ini bermuatan politik, dengan latar belakangnya sebagai komedian membawa unsur-unsur komedi dalam setiap adegannya. Tak dapat disangkal, ada suatu adegan yang membawa kesedihan mendalam bagi pemeran utama. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi keringanan terhadap alur cerita yang tertata.
Secara keseluruhan, film ini mampu mengombinasikan sejarah dengan komedi satir sehingga meninggalkan kesan yang menghibur dan tidak menggurui pula. Kemasan itulah yang membuat film keluaran 2019 ini mendapatkan Academy Awards 2020 untuk Kategori Skenario Adaptasi Terbaik. Akhiran, film ini bisa menjadi rekomendasi bagi kalian yang mau menonton film sejarah dengan pendekatan yang slow.